Head to Head Semifinalis Liga Champions 2013

Liga Champions 2013 sudah memasuki babak semifinal, peserta semifinal didominasi oleh kekuatan spanyol dan german. Semifinal akan di gelar 23/24 April dan 30 April/1 May 2013.

Seperti yang telah kita ketahui Real Madrid telah mengandaskan Galatasaray meskipun dalam leg ke-2 kalah 3-2. Real Madrid Lolos ke semifinal dengan menang agegreat 5-3. Tim selanjutnya adalah Borussia Dortmund yang lolos ke semifinal usai menyingkirkan Tim asal spanyol lainnya Malaga. Tim ke-3 adalah Barcelona lolos ke semifinal karena unggul dalam produktifitas gol tandang melawan PSG. Tim terakhir dan paling superior adalah Bayern Muenchen, dengan mengandaskan Juventus tanpa kebobolan. Bayern menang dengan agegreat 4-0.

Liga Champions 2013

Berikut saya sedikit uraikan peluang keempat tim tersebut di semifinal liga champions 2013.

Real Madrid
Real madrid akan kehilangan beberapa pilarnya untuk pertandingan semifinal, seperti Xabi alonso, Sergio Ramos, Essien. Kaka yang masih dibekap cidera belum tentu bisa dimainkan. Di Bawah Mistar gawang, maurinho akan sedikit dipusingkan karena kembali fit lagi Casillas dan impresivenya penampilan dari Diego Lopez. Sedangkan di bek kanan dipastikan Arbeloa akan tidak ada dibangku cadangan karena dalam laga perempat final kemarin dia mendapatkan kartu merah. Tapi itu semua sepertinya tidak akan mengurangi langkah Madrid untuk merengkuh gelar ke 10nya di Champions

Borussia Dortmund
Dortmund yang tidak pernah terkalahkan dalam Champions tahun ini akan menjadi ancaman besar bagi kontestan semifinal lainnya, dengan kolektivitas permainan yang sangat merata Dortmund dengan mudah mengandaskan Malaga.

FC Barcelona
Barcelona sedikit bersusah payah menyingkirkan PSG dalam perempat final, Messi yang membawa perubahan permainan barcelona pada saat melawan PSG sedikit kurang fit. Puyol dan Mascherano masih belum bisa bermain karena masih cidera, pun juga Adriano yang terkena akumulasi kartu kuning. Di barisan tengah Barcelona memang superior, karena tertera nama Xavi dan Iniesta. Sedangkan ujung tombak, pelatih vilanova akan mengandalkan Messi dan Villa.

Bayern Muenchen
Muenchen tampil sangat luar biasa, mengandaskan Juventus raksasa Italia dengan agegreat 54 gol tanpa balas, kekompakan dan kekuatan merata setiap lini menjadi kunci Bayern Muenchen sampai saat ini. Melalui pelatihnya Bayern Muenchen mengungkapkan siap menerima lawan siapapun, ini membuktikan kesiapan Bayern Muenchen musim ini. Setelah memastikan Gelar Juara Bundes liga dalam pekan ke 28, minggu lalu. bayern akan mengecar treble winner untuk tahun 2013. Ini akan membuat Bayern semakin kuat.

Berikut saya juga menyertakan head to head keempat semifinalis dalam laga – laga Champions.

Semifinal-Liga-Champions

Team Head to Head
Borussia Dortmund

Piala Eropa rekor semifinal: W1 L2

penampilan terakhir semifinal: 1997-1998 (0-2 agregat v Real Madrid)

Musim ini: W6 D4 L0

Pencetak gol terbanyak: Robert Lewandowski 6

vs Barcelona W0 D1 L1

vs Bayern W1 D1 L0

vs Real Madrid W1 D3 L2

FC Barcelona

Piala Eropa rekor semifinal: W6 A7

penampilan terakhir semifinal: 2011/12 (2-3 agregat v Chelsea FC)

Musim ini: W5 D3 L2

Pencetak gol terbanyak: Lionel Messi 8

vs Bayern W1 D2 L3

vs Dortmund W1 D1 L0

vs Real Madrid W2 D3 L3

FC Bayern München

Piala Eropa rekor semifinal: L5 W9

penampilan terakhir semifinal: 2011/12 (agregat 3-3 v Real Madrid, 3-1 adu penalti)

Musim ini: W7 D1 L2

gol terpopuler: Thomas Müller 5

vs Barcelona W3 F8 L1

vs Dortmund W0 D1 L1

vs Real Madrid W11 D2 L7

Real Madrid

Piala Eropa rekor semifinal: W12 L11

Penampilan terakhir semifinal: 2011/12 (agregat 3-3 v Bayern München, 1-3 adu penalti)

Musim ini: W5 D3 L2

Pencetak gol terbanyak: Cristiano Ronaldo 11

vs Barcelona W3 D3 L2
vs Bayern W7 D2 L11

vs Dortmund W2 D3 L1

Bagaiamana menurut anda, siapakah yang pantas menjadi Finalis UCL tahun Ini?

8 thoughts on “Head to Head Semifinalis Liga Champions 2013

  1. Pada semifinal nanti, Dortmund dan Bayern akan bertindak sebagai tuan rumah terlebih dahulu di leg pertama yang akan digelar 23 atau 24 April. Sedang leg kedua, yang dilangsungkan pada 30 April atau 1 Mei mendatang, giliran wakil Spanyol, yang bertindak sebagai tuan rumah.

  2. Muenchen, kata Xavi, dalam laga itu memang lebih unggul. Mereka mendominasi semua aspek dari permainan. Xavi tak mau berkomentar apakah hasil tersebut, menunjukkan bahwa sepakbola Jerman lebih baik dari Spanyol. “Bayern dan Dortmund layak menjadi finalis. Tapi, Barcelona masih memiliki masa depan, dan saya selalu optimistis tim ini bisa terus,” kata Xavi.

  3. Pelatih Barcelona Tito Vilanova lebih memilih Cesc Fabregas untuk mendampingi Xavi dan Andres Iniesta. Messi memang kurang fit dalam beberapa pekan belakangan termasuk saat Barcelona kalah 0-4 dari Muenchen pada leg pertama semifinal Liga Champions di Muenchen.

  4. Selama tiga bulan terakhir, Blaugrana tidak sedang dalam performa terbaiknya mereka tidak mampu tampil dominan seperti awal musim ini. Kekalahan dari Bayern dan diikuti hasil imbang melawan Athletic Bilbao pekan kemarin, Barca hanya meraih tiga kemenangan dalam delapan laga terakhir mereka.

  5. Pelatih Barcelona Tito Vilanova lebih memilih Cesc Fabregas untuk mendampingi Xavi dan Andres Iniesta. Messi memang kurang fit dalam beberapa pekan belakangan termasuk saat Barcelona kalah 0-4 dari Muenchen pada leg pertama semifinal Liga Champions di Muenchen.

  6. Selama tiga bulan terakhir, Blaugrana tidak sedang dalam performa terbaiknya mereka tidak mampu tampil dominan seperti awal musim ini. Kekalahan dari Bayern dan diikuti hasil imbang melawan Athletic Bilbao pekan kemarin, Barca hanya meraih tiga kemenangan dalam delapan laga terakhir mereka.

  7. Sorotan pertama saya setelah laga final ini berakhir adalah sosok Arjen Robben. Musim lalu (2011/12) Munchen juga mampu menembus babak final Liga Champions, namun mereka gagal menjuarainya setelah dikalahkan Chelsea melalui adu penalti. Padahal ketika itu final dilangsungkan di kandang mereka sendiri di Stadion Allianz Arena, Munchen, dan Chelsea sebagai lawan mereka ketika itu datang dengan kekuatan timpang lantaran beberapa pemain kuncinya ada yang terkena skorsing ataupun cedera. Toh itu tak mampu dimanfaatkan Munchen, skor imbang 1-1 di babak normal berlanjut hingga akhir babak perpanjangan waktu. Eksekutor terakhir di babak adu penalti, Didier Drogba mampu menunaikan tugas dengan baik dan juaralah Chelsea musim itu. Robben dapat ditunjuk sebagai salah satu sumber kekalahan Munchen malam itu. Selain permainan yang kurang maksimal, dia juga gagal mengeksekusi penalti yang sempat dihadiahkan wasit di babak perpanjangan waktu. Namun ceritanya berbeda pada final musim ini. Robben justru tampil sebagai pahlawan dengan 1 assist dan 1 gol penentu kemenangan Munchen. Robben sepanjang pertandingan konsisten mengoyak2 sisi kiri dan kanan pertahanan Dortmund dan menciptakan momen-momen berbahaya. Bahkan kalau ditarik jauh ke belakang, Robben juga berperan penting atas lolosnya Munchen dari hadangan Barcelona di semifinal. Tak heran, Robben tampak begitu emosional ketika peluit akhir dibunyikan, gelar yang tak pernah dia cicipi selama karirnya akhirnya dia rasakan juga, lebih kerennya lagi dia menjadi aktor utama dalam laga final itu.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Posted in Olahraga